Archive for September, 2007
Siap dan rela menderita
Wednesday, September 19th, 2007Siap dan rela menderita seperti Kristus menderita
(Matius 26: 14-29)
Sengsara atau menderita di dunia ini sedapat-dapatnya dihindari oleh umat manusia, walau ada orang-orang yang bukan pengikut Kristus menghendaki hidup dalam penderitaan untuk mencapai kesempurnaan hidup. Dalam Tuhan Yesus Kristus, para pengikut Kristus termotivasi untuk tidak menghindari tetapi sebaliknya siap dan rela menderita sengsara seperti Kristus juga menderita sengsara. Tujuan Kristus masuk dan menyerahkan diri dalam kesengsaraan hingga mati di kayu salib adalah untuk pengampunan dosa banyak orang. Dengan demikian penderitaan kristiani adalah penderitaan yang bukan untuk mencapai kesempurnaan hidup dan keselamatan dirinya sendiri seperti yang dicita-citakan oleh beberapa orang lain yang bukan pengikut Kristus. Kita bisa juga ikut merasakan bagaimana sikap dan kerelaan Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselamat dunia, masuk dalam penderitaan sampai menumpahkan darah untuk pengampunan dosa banyak orang. Lalu bagaimana manfaat penderitaan Kristus bagi kita para pengikut Kristus, dalam kehidupan sehari-hari kini dan di masa mendatang?
Yesus tahu persis bahwa saat “anak manusia” diserahkan untuk disalibkan sudah dekat (Matius 26:2). Persekongkolan di istana imam besar yang bernama Kayafas untuk menangkap Yesus dan membunuhnya telah direncanakan melalui tipu muslihat (Matius 26:4). Yesus mengambil sikap: tidak akan melawan. Yesus rela dan siap menyerahkan diriNya untuk ditangkap dan dibunuh. Mengapa? Yesus merasa siap dan rela karena hidup yang akan dijalaniNya sesuai dengan nubuat tentang “anak manusia” yang menderita (Matius 26:24). Lalu Yesus tahu persis bahwa proses penangkapanNya selain melalui persekongkolan juga melalui penghianatan oleh seorang muridNya.
Teguran dan kutukan Yesus atas Yudas bukan karena Yesus tidak mau taat atau melawan Allah Bapa-Nya yang di sorga, tetapi untuk kepentingan Yudas itu sendiri. Yesus Kristus, Tuhan kita berpikir (siap) dan perasaan (rela) demikian karena Dia tahu persis rencana Allah dalam diri-Nya. Yesus adalah “anak” yang taat pada “Bapa”-Nya.
Tujuan dan manfaat dari derita dan sengsara Yesus adalah untuk menyediakan pengampunan bagi banyak orang. Kucuran dan percikan darah Yesus dalam derita dan sengsara-Nya sampai mati di kayu salib menjadi suatu tanda (darah) perjanjian yaitu perjanjian baru antara Allah dengan manusia.
Yesus adalah perantara. Perantara antara Allah dan manusia. Allah maha kasih dan adil. Manusia bersalah dan patut dihukum. Yesus menanggung hukuman dan sekaligus membebaskan manusia bersalah. Inilah isi perjanjian melalui penumpahan darah Yesus. Dengan demikian, hanya melalui jalan derita dan sengsara sajalah Allah di dalam dan melalui Tuhan Yesus Kristus mengalahkan kuasa jahat sehingga Tuhan Yesus Kristus telah, sedang dan akan menjadi Tuhan (penguasa mutlak) atas dunia dan segala isinya.
Apakah para pengikut Kristus siap dan rela menderita seperti Kristus menderita? Sebelum melihat manfaat atau tujuan penderitaan kristiani, para pengikut Kristus cenderung menolak segala bentuk penderitaan termasuk menderita seperti Kristus menderita. Apalagi bila para pengikut beranggapan bahwa Tuhan Yesus Kristus telah menderita untuk dunia maka para pengikutNya tidak perlu lagi menderita seperti Kristus hidup. Seperti anak taat kepada bapanya, demikian pula para pengikut Kristus harus siap dan rela menderita kapanpun dan di mana pun, bahkan sampai mati.
Apakah derita dan sengsara para pengikut Kristus seperti Kristus menderita akan memberi dampak juga bagi suatu perjanjian pengampunan dosa atas sesama manusia berdosa? Jelas tidak. Dengan demikian para pengikut Kristus cuma bisa meneladani Kristus dalam hal bersikap siap (pikiran) dan rela (perasaan) menderita seperti Kristus menderita. Kalau derita yang menyengsarakan Kristus sampai mati di kayu salib memberi pengampunan bagi banyak orang sehingga membuka jalan ke sorga bagi mereka yang berdosa, maka derita para pengikut Kristus sekedar menunjuk pada Kristus yang siap dan rela menyerahkan diri untuk pengampunan dosa manusia pendosa. Jangan sampai dunia cuma melihat derita para pengikut Kristus tanpa dapat melihat Kristus yang menderita.
Menyangkal Diri, Memikul salib dan mengikut Yesus
Wednesday, September 19th, 2007Menyangkal diri, memikul salib dan mengikut Yesus
(Markus 8: .1-9:1)
|
|
Masa pra paskah adalah saat yang baik bagi gereja untuk membuat refleksi-refleksi yang mempertanyakan komitmen keikutsertaannya pada Tuhan Yesus Kristus. Menjadi pengikut Kristus tidak dapat dimengerti tanpa konsekuensi. Meskipun diam-diam seringkali hal ini justru yang diharapkan oleh kita. Karena itu penting bagi gereja untuk selalu mengerti konsekuensi yang seharusnya ditanggung sebagai pengikut Kristus.
Gereja mana yang tidak senang dan bangga kalau jumlah anggotanya terus bertambah dan menjadi banyak? Ini merupakan pertanyaan retoris yang hendak memperlihatkan bahwa gereja diperhadapkan pada perbedaan yang amat tipis antara mengikut Yesus dengan mengikuti kebanggaan diri sendiri. Barangkali tidak ada gereja yang secara terang-terangan menentang Yesus seperti dikatakan oleh Petrus. Tetapi menentang dengan sikap yang tidak mencerminkan kebenaran Kristus barangkali tidak terhitung jumlahnya. Padahal hakikat gereja adalah pengikut Kristus, dengan menjadi anggota tubuh dan Kristus sendiri yang menjadi kepala.
Apa itu kebenaran menurut Kristus? Pertanyaan ini dijawab melalui uraian tafsiran Markus 8:31-38. Markus 8:31-38 yang mengatakan bahwa hal mengikut Yesus dan melakukan kebenaranNya adalah dengan menyangkal diri dan memikul salib. Kedua hal ini adalah satu kesatuan yang menjelaskan dua hal penting, yaitu:
Pertama, soal kebanggaan dan kepentingan diri sendiri sebagai hal yang bukan utama.
Kedua, peristiwa salib atau konsekuensi sebagai pengikut Kristus menjadi bagian dalam kehidupan kita.
Di sini kita dapat juga mengingatkan bahwa “memikul salib” bukan berarti gereja mencari-cari masalah di tengah dunia agar menderita. “Memikul salib” adalah sikap yang bersedia menjadikan pembelaan pada kemanusiaan, terutama pada yang lemah, sebagai hal yang jauh lebih penting dibandingkan dengan kepentingan dan kebanggaan diri sendiri.
Karena itu gereja perlu memperjuangkan keseriusan sikap sebagai pengikut Yesus. Kritik pada begitu banyak acara ceremonial seperti ulang tahun gereja, penghargaan pendeta, dsb. Menjadi ironis jika ternyata tidak pernah diiringi pada pengertian, tindakan, dan perjuangan gereja itu sendiri dalam melayani manusia lain yang lemah. Atau pelayanan diakonia gereja masyarakat yang perlahan-lahan telah menjadi proyek kebanggaan gereja. .
Tetapi membangun gereja yang taat pada Kristus adalah terus menerus belajar untuk menyangkal diri. Ini dilakukan dengan tidak menjadikan diri sendiri serta berbagai kepentingannya sebagai yang paling penting, sampai kita merasakan “sakit”. Sambil pada saat yang bersamaan kita sebagai gereja terus menerus pula belajar untuk menghadirkan pelayanan dan pembelaan bagi manusia lain yang amat membutuhkan. Sekalipun hal ini tidak selalu membuat kita nyaman.
Sedia Berkorban
Wednesday, September 19th, 2007S e d i a b e r k o r b a n
(Yohanes 15: 9-15)
Apakah Saudara memiliki sahabat? Banyak orang yang hanya memiliki teman (biasa) atau teman dekat…., tetapi sedikit orang memiliki sahabat. Atau mungkin ada orang yang kita anggap sebagai seorang sahabat tetapi dia tidak menganggap kita sebagai sahabatnya atau sebaliknya. Artinya, dalam pengertian ‘sahabat’ terdapat relasi dan koneksitas satu sama lain dia tidak hanya sepihak.
Sahabat adalah seseorang yang dekat sekali….(di hati) dalam hidup kita. Karena kedekatan yang sangat intim sehingga terjadi pertautan hati. Jadi dalam persahabatan ada rasa cinta, empati, memiliki dan kerinduan, masing-masing untuk saling memberikan yang terbaik.
Perikop ini memberi contoh salah satu bentuk persahabatan yang sungguh indah dan luar biasa. Dalam ayat 14, Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita adalah sahabat-Nya …, bukan teman biasa ataupun budak! Ini merupakan penghargaan yang sangat tinggi bagi manusia. Mengapa Tuhan Yesus menempatkan kita sebagai ‘orang yang istimewa’ dalam hidup-Nya? Ayat sebelumnya (ay.9) mengatakan “…Aku telah mengasihimu, tinggallah di dalam kasih-Ku”.
Ada cinta dalam persahabatan antara Tuhan Yesus dengan manusia dan cinta itu bersumber dari kasih Allah Bapa, sehingga merupakan kasih yang sejati.
Pengertian ‘tinggal’ di dalam kash Allah bukanlah sikap pasif. Kasih Allah yang telah kita terima harus menjadi motivasi kita untuk mentaati dan melaksanakan kehendak Allah. Karena… ayat 14 belum selesai, kita bisa menjadi sahabat Allah jika kita melakukan apa yang Dia perintahkan. Menuruti perintah Allah akan mendatangkan sukacita jika kita melakukannya sebagai seorang sahabat. Tuntutan menuruti Allah juga menjadi panggilan kita untuk saling mengasihi seperti Tuhan mengasihi kita. Tuhan Yesus sudah memberikan teladan sebagai seorang sahabat, dengan memberikan nyawa-Nya bagi sahabat-sahabat-Nya (ay. 13). Peristiwa penderitaan dan kematian Tuhan Yesus di kayu salib adalah bukti dari Kasih-Nya menjadikan kita sebagai sahabat-Nya.
Jika kita telah memperoleh anugerah kasih Allah dan diperkenankan menjadi sahabat-Nya, kita pun seharusnya memperlakukan sesama kita sebagai sahabat. Sehingga dalam kehidupan bersama baik dalam jemaat, keluarga atau pekerjaan; ada interaksi cinta kasih. Sahabat yang saling mengutamakan satu sama lain dan bukan memberlakukan orang lain sebagai objek untuk kepentingan diri sendiri. Jika Tuhan sudah bersedia berkorban untuk sahabat-sahabat-Nya, kita harus menyediakan diri untuk berkorban bagi sahabat-sahabat kita. Kita dituntut untuk belajar menempatkan orang lain sebagai sahabat yang kita cintai dan bukan sebagai ….teman biasa!
Hadiah Seorang Malaikat Kecil
Wednesday, September 19th, 2007HADIAH SEORANG MALAIKAT KECIL
Pada suatu hari, di sebuah desa ada seorang nenek tua yang sakit-sakitan. Nenek tua ini hidup dari belas kasihan orang-orang. Nenek tua ini tinggal berdua dengan cucunya yang masih remaja karena dari kecil mamanya meninggalkannya dan papanya meninggalkan mamanya saat mamanya mengandung anak remaja ini. Singkat cerita dia sama sekali tidak mengenal orangtua-nya. Semenjak bayi, sang cucu dirawat dengan penuh kasih sayang dari sang nenek sampai tiba waktunya nenek itu sudah tua dan mulai sakit-sakitan. Anak remaja ini sangat sedih melihat kondisi neneknya dan ingin membawa neneknya ke rumah sakit namun tidak ada uang. Sedangkan untuk bersekolah saja tidak bisa, anak remaja ini sekolah sampai kelas 3 SMP. Desa yang ditempati oleh mereka adalah desa yang sangat jarang penduduknya dan merupakan desa terpencil. Dia tidak tahu harus bagaimana sementara kondisi neneknya makin parah.
Sementara cucunya ( anak remaja ini) berjalan kian kemari meminta pertolongan. Sambil mengamen di jalanan untuk biaya makan dan berobat neneknya, ada seorang anak TK yang melambaikan tangan ke arah anak remaja itu dari dalam mobil. Anak remaja itu melihat ke arah anak TK itu dan anak TK itu memanggilnya “Hai kak, ayo kemari”. Di tangan anak itu dipegangnya sebuah kantong plastik berwarna hitam lalu diberikannya.
Sang remaja ini heran dan membukanya dan ternyata nasi kotak dengan lauk yang enak. Sang remaja ini berpikir “Pas sekali, bisa dimakan untuk kami berdua dengan nenek.” Lalu anak remaja itu mengucapkan terima kasih kepada anak TK ini dan segera pergi membawanya kepada neneknya.
Namun, sementara anak remaja ini hendak pergi, sang anak TK itu memanggil lagi “Kak kemari!”. Lalu dia melap mukanya yang kotor dan bajunya yang kusam dan bau dan segera menghampiri anak TK ini.
Sang remaja berkata ” Ada apa dik ? ” Dia terheran-heran dengan anak TK ini. Lalu sang ayah membuka mobilnya dan segera turun menjumpainya. Anak remaja ini mulai ketakutan dan berkata ” Ada apa pak, apakah saya salah ?”
Lalu sang bapak segera tertawa dan mengajak remaja itu naik ke mobilnya bersama anaknya untuk pergi jalan-jalan ke mal. Spontan anak remaja itu menolak dan mengatakan “tidak usah, terima kasih. Di rumah saya ada seorang nenek yang sedang menunggu saya , namun dia sedang sakit keras, dia butuh pengobatan untuk kesembuhannya dan jikalau tidak maka nenek akan segera meninggal”.
Bapak itu terharu, sementara anaknya yang TK asyik merengek meminta anak remaja itu ikut . Bapak itu berkata “Nak, naiklah, kita pergi membeli pakaian untukmu dan kemudian kita segera pergi ke rumahmu dan membawa nenekmu ke rumah sakit.”
Remaja itu menangis seolah tidak percaya maka dia menanyakan ulang “Apa pak,benarkah demikian?”
Bapak itu mengatakan ” Betul nak, mari naiklah.”
Singkat cerita bapak itu naik dan kemudian dia baru menyadari bahwa bapak dan anak TK itu adalah orang Kristen. Kemudian remaja ini bertanya ” Pak, kenapa bapak dan anak bapak baik sekali pada kami orang pengamen?”
Lalu bapak itu tersenyum dan berkata “Nak, ini adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan kepadamu yaitu lewat seorang anak TK yang memberikan nasi kotak yang dimilikinya untukmu dan terlebih lagi nenekmu akan segera sembuh dan kamu akan segera sekolah kembali dan tinggal di rumah kami yang besar.”
Remaja ini menangis terharu dan berkata “Terima kasih Tuhan, hari ini Engkau memberikan kepadaku malaikat kecil yang mau membantuku dan seorang bapak yang mau memperhatikan keadaanku.”
Dalam kehidupan ini banyak cara yang Tuhan pakai untuk menolong sesama yang kurang mampu. Tuhan akan mengirim malaikat-malaikat kecilnya untuk membantu sesama dan semua yang dilakukan kepada orang yang berkekurangan maka itu juga dilakukannya untuk kemuliaan nama Tuhan.
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Matius 25:40).
~ Margareth Linandi <maggie1182@yahoo.co.id>
Biskuit Yang Ditukar Dengan Bunyi
Wednesday, September 19th, 2007BISKUIT YANG DITUKAR DENGAN BUNYI
(Kepulauan Vanuatu, 1848 - 1872)
“Darat!” seru seorang kelasi yang sedang bertengger di mercu yang tiang itu. “Ada darat di sana!” Suaranya mengalun dari atas ke bawah, ke geladak kapal layar yang sedang melintasi Lautan Pasifik itu. Seluruh isi kapal itu segera naik dari bawah. Sudah lama mereka rindu menyaksikan daratan! Ada kelasi yang mulai naik ke tiang layar untuk dapat melihat lebih jauh ke arah haluan. Ada penumpang yang lari ke kayu rimbat di pinggir geladak. Salah seorang penumpang itu adalah seorang pemuda bernama John Geddie. Ia pun rindu sekali menyaksikan daratan yang sudah nampak di kejauhan itu. Pasti daratan itu lain sekali daripada apa saja yang pernah dilihatnya sepanjang umur. John Geddie berasal dari negara Kanada, propinsi Nova Skotia. Ia sudah mengenal lautan, tetapi lautan di sana ditumbuhi pohon cemara dan pines, dan sering tertutup salju.
Lain sekali dengan daratan yang sedang dituju oleh kapal layar itu! John Geddie telah datang ke daerah Pasifik Selatan yang panas lembab, agar ia dapat memberitakan Kabar Baik tentang Tuhan Yesus kepada para penduduk Kepulauan Vanuatu. Atau lebih tepat, Ia berharap ada kesempatan memberitakan Kabar Baik kepada mereka, sebelum mereka sempat memakan dia, karena pada tahun 1848, masih ada di antara penduduk Vanuatu itu yang suka makan daging manusia.
Selama kapal berlayar mendekati pelabuhan, John Geddie menunggu dengan perasaan kurang sabar. Pulau itu nampaknya seperti zamrud hijau ditengah-tengah lauatan nan biru. Pohon-pohon palem menjulang tinggi di pantai pasir putih.
Ternyata pulau yang pertama-tama dilihat John Geddie itu bernama pulau Aneityum. Penduduk pulau itu sudah biasa didatangi orang asing. Mereka suka berdagang dengan para pendatang yang naik kapal dari jauh. Jadi, John tidak usah khawatir akan dibunuh dan dimakan selama ia menetap dipulau Anityum itu.
Dengan mudah John Geddie menyewa sebuah rumah. Para tetangganya yang baru itu rupanya cukup ramah. Namun mereka kurang berminat akan ajarannya tentang Tuhan Yang Maha Esa.
“Kami punya ilah-ilah sendiri,” demikian kata orang-orang Vanuatu itu.
“Buat apa kamu mau mendengar tentang ilah lain yang diceritakan orang asing yang warna kulitnya sudah luntur itu?”
Tidak lama kemudian, kapal laut yang telah membawa John Geddie ke pulau Aneityum itu berangkat lagi. Ia berdiri di pantai sambil melambaikan tangannya selama layar itu kelihatan semakin kecil di kejauhan.
Di pantai itu, di kelilingnya berdiri bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak. Mereka semua asyik bercakap-cakap. Namun tidak ada satu kata pun yang dapat dipahami oleh John Geddie.
“Sudah jelas, aku harus belajar bahasa mereka,” kata John dalam hatinya.
Maka pada saat kapal layar itu makin menghilang di lautan lepas, ia mulai mendengarkan baik-baik lagu kalimat yang sedang diucapkan disekitarnya.
Penduduk pulau Aneityum yang suka berdagang itu cukup pandai berbicara bahasa Inggris. Mereka biasa bisa menggali akar ararut (ubi garut), lalu menawarkannya kepada para pendatang. Biasanya daripada menerima uang, mereka lebih suka tukar-menukar saja, sehingga dengan demikian mereka mendapat barang-barang yang mereka inginkan.
Tetapi masalahnya, bahasa Inggris yang cocok untuk perdagangan tukar menukar itu, bukanlah bahasa Inggris yang cocok untuk memberitakan Kabar Baik tentang Tuhan Yesus. Apa lagi, John Geddie tidak berminat mengajarkan bahasa Inggris kepada penduduk pulau itu.
“Buat apa aku mengajar mereka membaca Alkitab dalam bahasa Inggris?”
tanya John pada dirinya sendiri. “Sebaiknya, aku mau belajar bahasa Aneityum, bahasa mereka. Bila aku menceritakan isi Alkitab, aku ingin supaya mereka semua dapat mengerti, dari nenek yang paling tua samapi anak yang paling kecil. Aku ingin menjadi begitu pandai berbicara dalam bahasa mereka, sampai-sampai mereka akan merasakan bahwa aku adalah salah seorang dari antara mereka.”
Tidak lama kemudian, John Geddie memang dapat mengucapkan banyak kata dalam bahasa Aneityum. Namun ia belum puas. Ia sering meminta orang-orang Vanuatu mengulangi sampai berkali-kali satu kata yang sama.
Ia pun minta supaya satu kata itu mereka ucapkan dengan sangat pelan-pelan, agar ia dapat membeo bunyi yang sedang didengarnya itu.
Tetapi penduduk pulau itu kurang senang jika terus-menerus mengulangi kata-kata yang sama. Malu rasanya, jika harus bertalu-talu mengluarkan bunyi yang sama, hanya agar seorang asing dapat memperhatikan mulut mereka. Lambat laun mereka tidak segan-segan menyatakan rasa bosan atau rasa tersinggung mereka; satu persatu mereka meninggalkan di seorang diri.
“Wah, bagaimana aku dapat menguasai bunyi bahasa ini?” tanya John Geddie pada dirinya sendiri. “Apa lagi, jika aku tidak dapat menguasai bunyinya, bagaimana aku dapat menyusun tanda-tanda tulisan untuk bahasa ini yang belum pernah ditulis?”
Pada suatu hari John sedang mengunyah sepotong biskuit kapal. Biskuit kapal itu lain daripada biskuit kaleng–keras sekali, dan rasanya asin.
Justru karena kerasnya, biskuit semacam itu dapat bertahan lama. Pada masa lampau, selama pelayaran yang memakan waktu panjang, biskuit kapal biasa dibawa serta sebagai bekal.
Mula-mula John Geddie tidak suka memakan biskuit kapal. Tetapi lambat laun ia mulai menyukai rasanya, sehingga pada waktu kapal hendak melanjutkan perjalanannya, ia minta supaya ditinggalkan satu peti biskuit itu baginya. Sewaktu-waktu ia mengunyah sepotong biskuit yang keras dan asin rasanya itu.
Pada waktu John sedang makan-makan, kebetulan lewatlah seorang Vanuatu. Ia salah seorang penduduk setempat yang telah meninggalkan John tanpa pamit, karena ia bosan atau tersinggung jika diminta berulang-ulang mengucapkan kata yang sama. Namun John ingin tetap bersikap ramah terhadap tetangganya itu, maka ia menawarkan sepotong biskuit kapal kepadanya.
“Silakan coba!” katanya dalam bahasa Inggris.
Dengan agak was-was orang itu mulai mencicipi. Ia mengunyah biskuit yang keras itu. Ia menjilat dengan lidahnya. Lalu ia mengunyah lagi. Sudah jelas, ia menyukai biskuit yang asin rasanya itu.
Setelah selesai, ia mengulurkan tangannya. Tetapi John Geddie baru mendapat akal. Ia tidak segera memberikan lagi kepada tetangganya itu.
“Ayo, tukar!” kata John. Dan memang mereka mulai tukar-menukar. Yang diterima John sebagai pengganti biskuit itu, bukannya barang melainkan bunyi-bunyi yang diucapkan berulang-ulang.
Dengan cepat berita itu mulai tersiar, “Orang asing yang aneh itu rela memberikan makanan yang enak, asal saja ada penduduk yang rela membuang waktu dengan berkali-kali mengucapkan kata-kata dalam bahasanya sendiri!”
Maka selanjutnya John tidak pernah kekurangan penolong dalam usahanya belajar bahasa setempat.
Sepotong demi sepotong ia menawarkan biskuit kapal itu kepada penduduk setempat. Satu demi satu ia menguasai bunyi yang biasa dilafalkan dalam bahasa mereka, sampai dapat membeo setiap kata dengan tepat dan jelas.
Sementara itu, John Geddie juga sudah menyusun semacam abjad bahasa Aneityum. Ia mulai mencatat kata-kata dalam bentuk tulisan. Tidak lama kemudian, kepada para tetangganya ia dapat bercerita tentang Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga dapat bercerita tentang Yesus Kristus, yang sangat mengasihi semua orang.
Cerita-cerita yang disampaikan John Geddie itu berasal dari Kitab Injil Markus. Setiap kali bercerita, ia pun mencatat kata-kata dari ceritanya itu. Lambat laun ia dapat menyusun seluruh Injil Markus dalam bahasa Aneityum.
Penduduk pulau itu sudah mulai mengenal John Geddie; ia pun sudah semakin mengenal mereka. Mereka mulai saling mempercayai dan saling mengasihi. Oleh para tetangganya John sering dibawa serta pada waktu mereka pergi menjala ikan atau memelihara tanaman ubi ararut. Mereka memperlihatkan kepadanya bagaimana mereka menggali akar ararut, serta menyiapkan hasil tumbuhan itu untuk dijual.
Mereka juga mengajar John tentang adat mereka, tentang dongeng mereka, tentang cara mereka beribadah. Dengan panjang sabar John pun mengajar mereka tentang Tuhan Yesus Kristus. Lambat laun ada banyak di antara mereka yang menjadi orang Kristen.
Di samping mengajar, John Geddie juga masih terus menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa setempat. Setelah Kitab Injil Markus selesai, naskahnya dikirim ke Australia untuk dicetak. Ketika buku-buku kecil yang berisi Injil Markus itu sudah kembali lagi, sebagian penduduk Vanuatu merasa sangat senang: Mereka dapat membaca firman Allah dalam bahasa mereka sendiri! Tetapi sebagian lagi merasa sangat sedih, karena mereka itu masih buta huruf.
Maka John Geddie mulai mengajar orang-orang yang buta huruf itu, agar mereka dapat membaca bahasa mereka sendiri. Sementara itu, ia pun terus mengalihkan Firman Allah ke dalam bahasa mereka. Ketika Kitab Injil Matius selesai, John berhasil membeli sebuah alat cetak kecil. Selanjutnya hasil karyanya itu dapat langsung dicetak di Vanuatu.
Akhirnya seluruh Kitab Perjanjian Baru selesai diterjemahkan ke dalam bahasa Aneityum. Dengan gembira John Geddie berkata kepada kawan-kawannya, “Sekarang kita harus mencetaknya.”
Tetapi Kitab Perjanjian Baru itu terlalu tebal; tak mungkin dikerjakan dengan alat cetak kecil yang sudah ada. Maka John Geddie mengumpulkan para pemimpin masyarakat setempat.
“Sekarang sudah ada Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa kalian sendiri,” ia mengumumkan.
“Benar!” jawab pemimpin mereka yang tertua. “Sungguh bagus dan ajaib, bahwa hal itu sudah terwujud.”
“Selanjutnya,” kata John, “banyak salinan yang harus dibuat oleh mesin.”
Para pemimpin masyarakat akan menunggu perkataannya lebih lanjut.
“Hal itu menuntut uang.”
Tidak ada seorang pun yang berbicara.
“Aku tidak punya uang,” kata John dengan sedih.
“Kami juga tidak punya uang,” kata para pemimpin.
Hening sejenak. Lalu John Geddie berbicara lagi: “Namun kalian sudah biasa menawarkan akar arurat kepada para pedagang kapal. Apakah kalian rela menyisihkan sepersepuluh dari hasil tukar-menukar itu? Apakah kalian rela menguangkan yang sepersepuluh itu, agar dapat dipakai untuk mengongkosi pencetakan Alkitab?”
Para pemimpin itu pulang dan berunding dengan rakyat. Lalu mereka melaporkan bahwa rakyat Vanuatu memang rela menyisihkan sepersepuluh dari hasil perdagangan mereka.
Setelah sepersepuluh itu diuangkan, hasilnya dua ribu dolar. John Geddie mengirimkan uang itu beserta naskah Kitab Perjanjian Baru berbahasa Aneityum, agar dapat dicetak ditempat yang jauh.
Berbulan-bulan lamanya John dan kawan-kawannya menunggu. Lalu pada suatu hari, ada sebuah kapal yang sedang membongkar muatannya di pulau Aneityum. Di antara muatannya itu ada beberapa bungkusan besar yang dialamatkan kepada John Geddie.
Setiap keluarga di pulau itu menerima sebuah Kitab Perjanjian Baru. Namun di antara mereka masih ada yang belum pandai membaca.
“Mari kita mengadakan sayembara!” usul John. Beberapa hadiah di tawarkan kepada orang-orang yang berhasil membacakan Perjanjian Baru secara tepat dan jelas. Dengan rajin mereka bersaing untuk menjadi pandai membaca Firman Allah. Ternyata setiap hari ada sebanyak dua ribu orang Vanuatu asyik membacakan Alkitab. Dan sisa penduduk pulau itu asyik mendengarkan pembacaan mereka.
Sementara itu, John Geddie masih tetap meneruskan tugasnya sebagai guru dan penerjemah. Menjelang tahun 1872, hampir seluruh Kitab Perjanjian Lama sudah dialihkan ke dalam bahasa Aneityum.
Dua puluh empat tahun sudah lewat sejak kelasi itu menyerukan “Darat!” dari mercu tiang layar yang sedang membawa John Geddie dari jauh. Dan pada tahun yang kedua puluh empat itu juga, John Geddie pun tutup usia.
Para penduduk Vanuatu berkabung. “Ia telah meninggalkan kita,” kata mereka. “Ia telah berpulang ke surga.” Lalu mereka memasang sebuah plaket pada dinding gedung gereja terbesar di pulau Aneityem. Di atas plaket itu terukir kata-kata ini:
“Ketika ia mendarat pada tahun 1848, Di sini tidak ada orang Kristen. Ketika ia berpulang pada tahun 1872, Di sini tidak ada orang kafir.”
~ Elia Stories
lirik lagu rohani
Wednesday, September 19th, 2007
BY THE RIVERS OF BABYLON
Boney M
By the rivers of Babylon, there we sat down
yeah we wept, when we remembered Zion.
By the rivers of Babylon, there we sat down
yeah we wept, when we remembered Zion.
When the wicked
Carried us away in captivity
Required from us a song
Now how shall we sing the lord’s song in a strange land
When the wicked
Carried us away in captivity
Requiering of us a song
Now how shall we sing the lord’s song in a strange land
Let the words of our mouth and the meditations of our heart
be acceptable in thy sight here tonight
Let the words of our mouth and the meditation of our hearts
be acceptable in thy sight here tonight
By the rivers of Babylon, there we sat down
yeah we wept, when we remembered Zion.
By the rivers of Babylon, there we sat down
yeah we wept, when we remembered Zion.
By the rivers of Babylon (dark tears of Babylon)
there we sat down (You got to sing a song)
yeah we wept, (Sing a song of love)
when we remember Zion. (Yeah yeah yeah yeah yeah)
By the rivers of Babylon (Rough bits of Babylon)
there we sat down (You hear the people cry)
yeah we wept, (They need that ???)
when we remember Zion. (Ooh, have the power)
Sungguh Indah BersamaMu
Robert & Lea
Hanya dekat Allahku
Rasa tenang hatiku
Kau sertai jalanku
s’panjang hidupku
Hanya dekat padaMu
Ada kekuatan baru
Kaulah perlindunganku
Kes’lamatanku
Reff.
Ku ingin s’lalu
Bersekutu denganMu
Menikmati hadiratMu
Biarkan RohMu
Tinggal dalam hidupku
Sungguh indah bersamaMu
Selamanya.
“Tetap cinta Yesus”
Kumau cinta Yesus selamanya
Kumau cinta Yesus selamanya
Meskipun badai silih berganti dalam hidupku
Kutetap cinta Yesus selamanya
Kumau cinta Yesus selamanya
Kumau cinta Yesus selamanya
Meskipun badai silih berganti dalam hidupku
Kutetap cinta Yesus selamanya
Ref.:
Ya Bapa, Bapa ini aku anak-Mu
Layakkanlah seluruh hidupku
Ya Bapa, Bapa ini aku anak-Mu
Pakailah sesuai dengan rencanaMu
“Kutahu Bapa Pliharaku”
Kutahu Bapa Pliharaku
Dia baik, Dia baik
Kuyakin, Dia slalu sertaku
Dia baik bagiku
Kutahu Bapa Pliharaku
Dia baik, Dia baik
Kuyakin, Dia slalu sertaku
Dia baik bagiku
Lewat badai cobaan
Semuanya mendatangkan kebaikan
Kutahu Bapa pliharaku
Dia baik bagiku
“Seputih Bulu Domba”
Tak Kau lupakan diriku
Kau ingat ku adalah debu
Tetapi Kau meninggikannya
Di hadapan MalaikatMu
Tak Kau hapuskan namaku
Dari Kitab kehidupanMu
Kau tak mau mengakuiNya
Di hadapan Bapa…..
Kau Allah yang tiada
Mengingat lagi
Segala kesalahanku yang telah
Engkau ampuni
Walau dosaku merah
bak kain kesumba
Engkau menjadikanku putih
Seputih bulu domba
“Penuhiku“
Penuhiku,
penuhiku dengan hadiratMu
Urapiku,
urapiku dengan minyak kudusMu
Sperti rusa rindu sungaiMu,
begitulah jiwaku
Ya Roh Kudus penuhi aku
dengan urapan baru
“UNITED WE STAND”
As we come together
To worship and pray
Jesus we’re building a Throne
To let Your glory fill our land
As You have loved us, O Lord
We want to love one another
And all the world will know
That we are Your disiples O Lord
United we stand
In worship and prayer
Preparing the way
For The King of Glory
To come and to heal our land
United we stand
In worship and prayer
Jesus we come to answer Your prayer
United we stand
kami berseru dengan sehati
Didalam doa, pujian dan sembah
Lawatlah negri kami
Kami bersatu dengan sehati
‘Tuk menggenapi doaMu Yesus
Kami sehati
Karya Terbesar
Kasih yang terindah
Hati yang mulia
Hanya kutemukan di dalam-Mu
Yesusku
Pujian dari hatiku
Slalu disetiap waktuku
Tiada pernah berubah
Kasihku
Reff.:
Karya terbesar dalam hidupku
Pengorbanan-Mu yang slamatkanku
Engkaulah harta yang tak ternilai
Yang kumiliki dan kuhargai
Yesus Engkau kukagumi
Kematian-Mu menghidupkanku
Kupastikan pengorbanan-Mu
Tak akan pernah sia-sia
“lndah BersamaMu”
Hanya dekat Allahku, rasa tenang hatiku
Kau sertai jalanku, s’panjang hidupku
Hanya dekat Allahku, ada kekuatan baru
Kaulah perlindunganku, ke’slamatanku
Kuingin s’lalu bersekutu denganMu
Menikmati hadiratMu
Biarkan RohMu,tinggal dalam hidupku
Sungguh indah bersamaMu
Selamanya
Kasih SetiaMu
Intro:
Kasih setiaMu yang kurasakan
Lebih tinggi dari langit biru
KebaikanMu yang t’lah Kau nyatakan
Lebih dalam dari lautan
BerkatMu yang telah kuterima
Sempat membuatku terpesona
Apa yang tak pernah kupikirkan
Itu yang Kau sediakan bagiku
REFF:
Siapakah aku ini Tuhan?
Jadi biji mataMu
Dengan apakah kubalas Tuhan?
S’lain puji dan sembah Kau
Nyanyian Kemenangan
(Wahyu 12:10-11)
Sekarang t’lah tiba
Kes’lamatan dan kuasa
Dan pem’rintahan Allah kita
Kuasa Dia yang diurapiNya
Kar’na t’lah dilemparkanNya
Para pendakwa kita
Oleh darah Anak Domba
Oleh kesaksian kita
Iblis dikalahkan
Kuasanya dihancurkan
Oleh darah Anak Domba
Allah Peduli
Bayak perkara,
Yang tak dapat ku mengerti
Mengapa harus terjadi didalam kehidupan ini
Reff:
Allah Mengerti
Allah Peduli Segala persoalan yang kita hadapi
tak akan Pernah dibiarkannya
Ku bergumu sendiri s’bab Allah peduli
Allah Bangkit
Kerahkanlah Kekuatan-Mu
Ya… Allah
Tunjukkanlah Kuasa-Mu
Ya… Tuhan
Serakkan musuh-Mu…, s’lamatkanlah umat-Mu
Allah dahsyat di tempat,kudusNya
Allah bangkit… bersoraklah
Allah bangkit… bernyanyilah
Musuh dikalahkan
UmatNya dibebaskan
Allah dahsyat di tempat kudusNya…
MUJIZAT ITU NYATA
TAK TERBATAS KUASA-MU TUHAN
SEMUA DAPAT KAU LAKUKAN
APA YANG KELIHATAN MUSTAHIL BAGIKU
ITU SANGAT MUNGKIN BAGI-MU
REFF :
DISAAT KU TAK BERDAYA
KUASA-MU YANG SEMPURNA
SELAMA TUHAN ADA
MUJIZAT ITU NYATA
BUKAN KAR’NA KEKUATAN
NAMUN ROH-MU YA TUHAN
SELAMA KU BERDOA
MUJIZAT ITU NYATA
JADIKAN-KU RUMAH DOA-MU
Ku bawa hidupku skarang
Ke tempat kudus-Mu Tuhan
Di mesbah-Mu kuserahkan seluruh hidupku
Penuhi hatiku s’karang
Dengan urapan yang baru
Agar aku lebih lagi mendengar suara-Mu
Jadikan aku Tuhan rumah doa-Mu
Agar semua suku bangsa
Sujud menyembah-Mu
Jadikan aku Tuhan rumah doa-Mu
Agar semua suku bangsa
Datang menyembah-Mu
KASIH-MU TIADA DUANYA
Belum pernah ada
Kasih didunia
Sanggup menerima diriku apa adanya
Selain kasihMU Yesus
Takkan ada lagi
Kasih seperti ini
Sanggup mengubahkan hidupku menjadi baru
Selain kashMU Yesus
reff :
Kau kukagumi dalam hati
KasihMU tiada duanya
Sampai kini kuakui kasihMU tiada duanya { 2x }
ALLAHKU DAHSYAT
Dari Utara ke Selatan,
Terdengar pujian bagi Allah
Dari Barat sampai ke Timur, nama Yesus disanjung tinggi
Dari pulau-pulau, lembah-lembah
Gunung-gunung yang tinggi
KemuliaanNya disaksikan,
KebesaranNya dic’ritakan
Yesus, Yesus, nama Yesus
Nama Yesus disanjung tingg
Dari pulau-pulau, lembah-lembah
Gunung-gunung yang tinggi
Allahku dahsyat berkuasa
S’luruh bumi sujud menyembah
Tinggikan namaMu ooo…
SEPERTI YANG KAU INGINI
Bukan dengan barang fana
Kau membayar dosaku
Dengan darah yang mahal
Tiada noda dan cela
Bukan dengan emas perak
Kau menebus diriku
Oleh segenap kasih
Dan pengorbananmu
Reff:
Kutelah mati dan tinggalkan
Cara hidupku yang lama
Semuanya sia-sia
Dan tak berarti lagi
Hidup ini kuletakkan pada
Mezbahmu ya Tuhan
Jadilah padaku seperti
Yang Kau ingin
KING OF MAJESTY
You know that I love You
You know that I want
To know You so much more
More than I have before
These words are from my heart
These words are not made up
I will live for You
I am devoted to You
King of Majesty, I have one desire
Just to be with You, My Lord
Just to be with You, My Lord
Jesus, You are the Saviour of my soul
And forever and ever I’ll give
My praises to You
HATI S’BAGAI HAMBA
Ku tak Membawa..Apapun Jua
Saat Ku datang Ke Dunia
Ku Tinggal Semua..Pada Akhirnya
Saat Ku Kembali Ke Surga
Reff : Inilah Yang Ku Punya
Hati S’bagai Hamba
Yang Mau Taat Dan Setia
Pada-Mu Bapa
Kemanapun Ku Bawa
Hati Yang Menyembah
Dalam Roh Dan Kebenaran
Sampai Slamanya
Bagaimanaku Membalas Kasih-Mu
S’gala Yang Ku Punya Itu Milik-Mu
Itu Milik-Mu…..
ENGKAULAH KEKUATANKU
( You Are the Strength of My Life )
Engkaulah kekuatanku
Tempat perlindunganku
Saat badai menerpa
Aku tak akan goyah
Aku tak akan goyah
S’bab Kau sertaku
Sejauh langit dari bumi
Begitu besarnya kasihMu
Penuhi hati kami yang rindu
‘Tuk menyembahMu, Yesus
Sejauh langit dari bumi
Begitu besarnya kasihMu
Kaulah Tuhan kekuatanku
Sukacitaku
You are the strength of my life
You are my shepherd my joy
When the storm comes in my way
Nothing can separate us
Nothing compares to Your love
For You are God
As far as the Heaven above us
Oh Your love is greater than everything
We’ve come to You and bow down at Your feet
To worship You, O Lord
As far as the heaven above us
Oh Your Love is greater than everything
You are my God, You are my strength
And You are my joy
DIA BUKA JALAN
DIA BUKA JALAN SAAT TIADA JALAN
DENGAN CARA YANG AJAIB
DIBUKANYA JALANKU
DIA MENUNTUNKU
DAN MEMELUK DIRIKU
DENGAN KASIH DAN KUASANYA
DIA BUKA JALAN DIA BUKA JALAN
DI BELANTARA
DIA TETAP MENUNTUNKU
SUNGAI DI GURUN KETEMUI
LANGIT BUMI KAN LENYAP
TAPI FIRMANNYA TETAP
SAAT INI DIA BUKA JALAN
AMAZING GRACE
Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me -
I once was lost but now am found,
Was blind, but now, I see.
T’was Grace that taught -
my heart to fear.
And Grace, my fears relieved.
How precious did that Grace appear -
the hour I first believed.
Through many dangers, toils and snares -
we have already come.
T’was Grace that brought us safe thus far -
and Grace will lead us home.
The Lord has promised good to me -
His word my hope secures.
He will my shield and portion be -
as long as life endures.
When we’ve been here ten thousand years -
bright shining as the sun.
We’ve no less days to sing God’s praise -
then when we’ve first begun.
Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me -
I once was lost but now am found,
Was blind, but now, I see.
AKU MENGASIHI ENGKAU YESUS
Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap hatiku
Aku mengasihi Engkau Yesus dengan segenap jiwaku
Kurenungkan firmanMu siang dan malam
Kupegang printahMu dan kulakukan
Engkau tahu ya Tuhan tujuan hidupku
Hanyalah untuk menyenangkan hatiMu
AKU DIBERKATI
Aku diberkati sepanjang hidupku diberkati
Bila bangun pagi hari siang berganti malam
Aku diberkati
ALLAH DITINGGIKAN
Allah ditinggikan dengan sorak sorai
Allah ditinggikan dengan sangkakala
Allah ditinggikan dengan sorak sorai
Bersoraklah bagi Tuhan 2X
Biar sangkakala berbunyi
Tepuk tangan puji Tuhan
Allah diagungkan 2X
Allah diagungkan tinggi
BAGAIKAN BEJANA
Bagaikan bejana siap dibentuk
Demikian hidupku ditanganMu
Dengan urapan kuasa RohMu
Ku dibaharui selalu
Jadikan kualat dalam rumahMu
Inilah hidupku ditanganMu
Bentuklah sturut kehendakMu
Pakailah sesuai rencanaMu
Ku mau sepertiMu Yesus
Disempurnakan selalu
Dalam setiap jalanku
Memuliakan namaMu
BAHWA TUHAN JUGA
Bahwa Tuhan juga gunung batuku
Bahwa Tuhan juga kota bentengku
Bahwa Tuhan juga penolongku
Yaitu Allahku dan gunung batuku
Aku percaya akan Dia perlindunganku
Aku percaya akan Dia tanduk selamatku
Aku percaya akan Dia sang perisaiku
Tempat perlindungan yang tinggi
BAPA SUGRAWI
Bapa Surgawi ajarku mengenal
Betapa dalamnya KasihiMu
Bapa Surgawi buatku mengerti
Betapa KasihMu padaku
Semua yang terjadi di dalam hidupku
Ajarku menyadari Kau selalu sertaku
Bri hatiku selalu bersyukur padaMu
Karna rencanaMu indah bagiku
BERHEMBUSLAH
Berhembuslah Roh Kudus di tempat ini
Berhembuslah Roh Kudus dengan KuasaMu
Pulihkanlah grejaMu di akhir jaman
Berhembuslah
berhembuslah skarang
Urapilah kami dengan minyak baru
Penuhilah kami dengan hadiratMu
Kami rindu Tuhan melihat kuasaMu
Dicurahkan di tempat ini
BERSAMA YESUS
Bersama Yesus lakukan perkara besar
Bersama Yesus tidak ada yang sukar
Bersama Yesus ada jalan keluar
Untuk masalahmu
untuk masalahku
Untuk masalah kita semua
Yesus Anak Domba Allah
Juruselamat umat manusia
Yesus Tabib yang ajaib
Dia menyembuhkan
Dia menguduskan
Dia membenarkan
Dia Raja sgala Raja
BETAPA BAIKNYA ENGKAU TUHAN
Betapa baiknya Engkau Tuhan
KasihMu tiada berkesudahan
Betapa mulia KasihMu 2X
Yesus jiwaku diselamatkan
Hosana ku memuji Tuhan
Hosana kutinggikan Yesus
Hosana 3X
BETAPA HATIKU
Betapa hatiku
berterimakasih Yesus
Kau mengasihiku
Kau memilikiku
Hanya ini Tuhan persembahanku
Segenap hidupku jiwa dan ragaku
Sbab tak kumiliki harta kekayaan
Yang cukup berarti
tuk kupersembahkan
Hanya ini Tuhan permohonanku
Terimalah Tuhan persembahanku
Pakailah hidupku sebagai alatMu
seumur hidupku
BIAR BUMI AKAN BERLALU
Biar bumi akan berlalu
Biar bulan tak bercahaya lagi
Biar langit akan berguncang
Matahari tak bersinar lagi
Tetapi Tuhan Yesusku
tak pernah ingkar janji
Semua yang difirmankanNya
pasti akan digenapi
EL SHADDAI
Tak usah ku takut Allah besertaku
Tak usah ku bimbang Yesus pliharaku
Tak usah ku susah Roh Kudus hiburku
Tak usah ku cemas Dia memberkatiku
El Shaddai 2X Allah Maha Kuasa
Dia besar 2Xx El Shaddai Mulia
El Shaddai 2X Allah Maha Kuasa
BerkatNya melimpah El Shaddai
FIRMANMU
FirmanMu plita bagi kakuku terang bagi jalanku 2X
Waktuku bimbang dan hilang jalanku
Tetaplah Kau di sisiku dan takkan kutakut
Asal Kau di dekatku besertaku selamanya
HANYA DEKAT DENGAN ALLAH
Hanya dekat Allah saja aku tenang
DaripadaNyalah keselamatanku
Hanya Dia Gunung batuku
Hanya Dia kota bentengku
Aku tidak akan goyah slama-lamanya
HORMAT BAGI ALLAH
Hormat bagi Allah Bapa, Hormat bagi AnakNya
Hormat bagi Roh Penghibur, ketigaNya yang Esa
Haleluya. . . haleluya ketigaNya yang Esa
INDONESIA PENUH KEMULAIAANMU
Yesuslah Tuhan yang layak ditinggikan
Layak disembah oleh suku-suku bangsa
Dengan darahMu Kau telah tebus bangsaku
Genapi Tuhan FirmanMu atas neg’riku
Hatiku rindu melihat kemuliaan Mu
Hatiku rindu melihat curahan kuasaMu
Ditanah tercinta neg’riku Indonesia
Kuberdoa Indonesia penuh kemuliaanMu
Indonesia bagi kemulianMu
Ya, Allahku nyatakan kemuliaanMu
Ya, Allahku nyatakan curahan kuasaMu
Di tanah tercinta neg’riku Indonesia
Kuberdoa Indonesia penuh kemuliaanMu
Indonesia bagi kemuliaanMu
KAR’NA ROH ALLAH ADA
Karena Roh Allah ada di dalamku
Ku kan menari sperti Daud menari 2X
Ku kan menari 3X
Sperti Daud menari
SAMPAI MEMUTIH RAMBUTKU
(By : Frangky Sihombing)
Kau slalu hadir saat aku rindukanMu
Kau yang slalu setia menopangku
Dengan kasih setia
Memberi aku kekuatan
Di tengah badai yang menakutkan
Reff :
Sampai memutih rambutku
Kau putuskan aku menutup usiaku
Ku kan slalu menyembahMu
O..Yesus Tuhanku
Ku milikMu slamanya bagiMu
BAPA YANG KEKAL
Kasih yang sempurna telah
kutrima dari Mu
bukan karena kebaikanku, hanya
oleh kasih karunia Mu
Kau pulihkan aku,
layakkanku tuk dapat memanggilMu, Bapa
Reff:
Kau bri yang ku pinta
saat ku mencari ku mendapatkan
kuketuk pintuMu dan kau bukakan
sbab kau Bapaku, Bapa yang kekal
Takkan kau biarkan, aku melangkah hanya sendirian,
Kau selalu ada, bagiku
sbab kau Bapaku, Bapa yang kekal.
KUJATUH CINTA PADA-NYA
Kujatuh cinta padaNya
Tambah dan dalamnya
Tambah dan dalam lagi
Kujatuh cinta padaNya
Tambah dan dalamnya
Tambah dan dalam lagi
Yesus indah dan indahlah semakin indah
Oh.. cintaNya antara Allah dan aku
Kujatuh cinta padaNya
Tambah dan dalamnya
Tambah dan dalam lagi
ALLAH-KU DAHSYAT
Dari utara ke selatan
terdengar pujian bagi Allah
dari barat sampai ke timur
nama Yesus disanjung tinggi
Bridge:
Kebesarannya di saksikan
kebesarannya di ceritakan
Yesus,Yesus,nama Yesus
nama Yesus disanjung
Reff:
Lewat pulau-pulau lembah-lembah
gunung-gunung yg tinggi
(to bridge).
Allahku dashyat berkuasa
s’luruh bumi sujud menyembah
tinggikan namaMu
NONE BUT JESUS
(Hillsong United - We Stand)
In the quiet
In the stillness
I know that You are God
In the secret of Your presence
I know there I am restored
When You call i won’t refuse
Each new day again I’ll choose
There is no one else for me
None but Jesus
Crucified to set me free
Now I live to bring Him praise
In the chaos in confusion
I know You’re sovereign still
In the moment of my weakness
You give me grace to do Your will
When You call I won’t delay
This my song through all my days
All my delight is in You Lord
All of my hope
All of my strength
All my delight is in You Lord
Forever more
S’MUA BAIK
Dari semula tlah kau tetapkan
Hidupku dalam tanganMu
Dalam rencanaMu Tuhan
Rencana indah tlah kau siapkan
Bagi masa depanku yang penuh harapan
Reff :
S’mua baik…. s’mua baik
Apa yang tlah kau perbuat di dalam hidupku
S’mua baik…. sungguh teramat baik
Kau jadikan hidupku berarti
TUHAN YESUS SETIA
Tuhan Yesus setia, Dia Sahabat kita
Dalam sgala susahku, selalu menghiburku
Dia mengerti bahasa
tetesan air mata
Waktu badai mengamuk
Dan gelombang menyerang
Tuhan Yesus setia
SATUKANLAH HATI KAMI
Satukanlah hati kami
Tuk memuji dan menyembah
Oh Yesus Tuhan dan Rajaku
Eratkanlah tali kasih
di antara kami semua
Oh Yesus Tuhan dan Rajaku
Bergandengan tangan
dalam satu hati
Bergandengan tangan
dalam satu iman
Saling mengasihi
diantara kami
Keluarga kerajaan Allah
S’BAB DIA HIDUP
Anak Allah Yesus namaNya
Menyucikan, menyembuhkan
Bahkan mati tebus dosaku
Kubur kosong membuktikan Dia hidup
S’bab Dia hidup, ada hari esok
S’bab Dia hidup, kutak gentar
Karna kutau Dia pegang hari esok
Hidup jadi berarti s’bab Dia hidup
S’GALA PUJI SYUKUR
Sgala puji syukur hanya bagiMu Tuhan
Sebab Kau yang layak dipuja
Kami mau bersorak tinggikan namaMu, Haleluya
Soraklah haleluya 2X
Haleluya 2X
SEMBAH RAJA MULIA
Mulia, sembah Raja mulia
Bagi Yesus sembah hormat dan kuasa
Mulia, agung krajaanNya
Dari surga datang untuk segenap umatNya
Dipuji ditinggikan namaNya Yesus
Hormatlah muliakanlah Yesus Raja
Oooh mulia sembah Raja mulia
Dia tlah mati dibangkitkan jadi Raja
Apa Yang Kau Kerjakankan digereja????
Wednesday, September 19th, 2007APA YANG KAU KERJAKAN DI GEREJA?
Istri: “Apakah engkau melihat topi yang dipakai oleh Bu Sasongko?”
Suami: “Tidak.”
Istri: “Apakah engkau melihat pakaian baru yang dikenakan Helen?”
Suami: “Tidak.”
Istri: “Kalau begitu, apa yang kau kerjakan di gereja ini?”
(Sumber : E-Humor)
Doa Seorang Selamet
Wednesday, September 19th, 2007DOA SEORANG SELAMET
Slamet masuk ke toko obat dan membeli sebuah kondom.
Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi dia akan makan malam di rumah pacarnya. “Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya”, tambah slamet sambil menyeringai. Kondom pun berpindah tangan.
Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. “Saya minta satu lagi”, katanya. “Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur…”. Kondom kedua berpindah tangan.
Slamet kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi. “Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati…”.
Dengan berbekal tiga kondom, Slamet datang ke rumah pacarnya sambil tak putus bersiul. Sajian sudah siap. Pacar Slamet, adik dan ibunya sudah menunggu. Slamet pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.
Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Slamet langsung memimpin doa sambil menunduk dalam-dalam. Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.
Satu menit berlalu. Slamet makin khusuk berdoa. Dua menit. Slamet terus komat-kamit — cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan.
Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, “Saya baru tahu , kamu ternyata sangat religius”.
Sambil terus menunduk , Slamet menjawab dengan suara hampir menangis : “Saya juga baru tahu ayah kamu yang punya toko obat …………” (kiriman : Nathan - Jakarta)
Oma Mery Marah
Wednesday, September 19th, 2007OMA MERI MARAH
Oma Meri baru saja datang dari Sulawesi mengunjungi anaknya di Jawa.
Saat hari Minggu, dia ke gereja. Di depan gereja dia disambut penyambut tamu yang sedang bertugas.
“Anda mau duduk di mana, Oma?” tanya penyambut tamu itu dengan ramah.
“Oh, tentu saja di kursi paling depan,” jawab oma Meri.
“Wah, Anda pasti tidak mau duduk di sana,” kata si penyambut tamu.
“Pendeta kami kalau berkhotbah kadang membosankan dan bikin ngantuk.”
“Anda tahu siapa saya?” tanya si tamu.
“Tidak.”
“Aku ibunya pendeta yang kau maksud itu!” kata Oma Meri dengan marah.
“Anda tahu siapa saya, Oma?” tanya penyambut tamu dengan muka merah.
“TIDAK!”
Dengan wajah lega si penyambut tamu berkata, “Oh, syukurlah!”
(Kiriman : Evi)
